Tampilkan postingan dengan label pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembelajaran. Tampilkan semua postingan

20151010

Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif ( Cooperative Learning )

Pembelajaran Kooperatif ( Cooperatif Learning ) diterapkan dalam proses pembelajaran dengan tujuan   menciptakan situasi dimana keberhasilan individu ( peserta didik ) dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya.

Beberapa hasil penelitian menemukan bahwa teknik-teknik pembelajaran kooperatif lebih banyak meningkatkan hasil daripada pengalaman pembelajaran individual.

Manfaat/keunggulan/kelebihan  dari pembelajaran kooperatif, antara lain :
  • meningkatkan pencurahan waktu pada tugas ( siswa lebih fokus )
  • meningkatkan rasa harga diri peserta didik
  • memperbaiki tingkat kehadiran
  • saling memahami adanya perbedaan individual
  • mengurangi perilaku yang mengganggu
  • mengurangi konflik antar pribadi
  • mengurangi sikap apatis
  • memperdalam pemahaman
  • meningkatkan motivasi
  • meningkatkan hasil belajar
  • memperbesar retensi / penyimpanan
  • meningkatkan perbaikan budi, kepekaan dan toleransi
  • mengembangkan softskill siswa seperti : kemampuan berkomunikasi, berfikir kritis, bertanggung jawab, serta bekerja sama
Manfaat dari pembelajaran kooperatif ini sekaligus menjadi kekuatan dari pembelajaran kooperatif . Kekuatan dari pembelajaran kooperatif akan mampu membuahkan proses dan hasil belajar yang dapat memacu peningkatan potensi siswa secara optimal.
Oleh sebab itu, guru sangat diharapkan untuk mencoba menerapkan model pembelajaran kooperatif. 
Guru dapat mengembangkan model pembelajaran kooperatif ini sesuai dengan matapelajarannya, bahkan mungkin dari model ini, guru dapat mengembangkan model lain yang lebih baik lagi.

Meskipun model pembelajaran kooperatif memiliki sekian banyak kekuatan atau manfaat, perlu kiranya diperhatikan dipertimbangkan sisi kelemahan dari model pembelajaran ini.
Beberapa kelemahan model pembelajaran kooperatif, antara lain :
  • Kelemahan yang terkait dengan kesiapan guru. Guru yang terbiasa memberikan semua materi kepada siswanya mungkin perlu waktu lebih lama untuk dapat secara berangsur-angsur mengubah kebiasaan tersebut. Ketidaksiapan guru mengelola pembelajaran demikian dapat diatasi dengan pemberian latihan yang kemudian disertai kemauan yang kuat untuk mencobakannya.
  • Kelemahan yang terkait dengan kesiapan siswa. Siswa yang terbiasa menjadi pendengar mungkin akan tidak siap jika mereka harus aktif berpikir, berdiskusi, bekerjasama dengan siswa lain dalam kelompok. Ketidaksiapan ini dapat diatasi dengan cara menyediakan panduan yang antaralain memuat cara kerja yang jelas, petunjuk tentang sumber yang dapat dieksplorasi , serta deskripsi tentang hasil akhir yang diharapkan , sistem evaluasi.
  • Kelemahan yang terkait dengan waktu. Model kooperatif memerlukan waktu yang cukup panjang dan fleksibel , sementara waktu yang tersedia untuk setiap matapelajaran adalah terbatas. Kelemahan ini bisa diatasi dengan cara menerapkan model ini pada materi-materi yang tidak terlalu luas cakupannya.
  • Adanya siswa dalam kelompok yang tidak aktif, hanya tergantung pada teman dalam kelompokknya. Kelemahan ini dapat diatasi dengan pemberian tugas kelompok yang jumlahnya menyesuaikan dengan jumlah anggota kelompok, sehingga setiap anggota kelompok bisa diberi tanggungjawab untuk menyelesaikan tugas yang hasilnya akan dipertanggungjawabkan kepada kelompoknya.
Inilah kelebihan/kekuatan/manfaat dan kelemahan serta solusi mengatasi kelemahan dari model pembelajaran kooperatif.
Intinya adalah, penerapan model pembelajaran kooperatif memerlukan kemauan, kesungguhan baik dari pihak guru maupun pihak siswa untuk melakukannya dengan sungguh-sungguh.

20150920

Jenis-Jenis Kompetensi yang Harus dimiliki oleh Pendidik dan Pengajar

from: slideshare.net

Peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia memerlukan kerjasama yang bagus baik antara  guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, pemerintah dan masyarakat dalam  satu kesatuan yang memiliki kesamaan visi dan misi. Guru sebagai ujung  tombak utama bagi percepatan peningkatan kualitas pendidikan, dituntut  untuk menjadi seorang professional

Agar seorang guru layak disebut sebagai guru professional maka mereka harus memiliki 4 kemampuan dasar dan komponen penting yang dikenal  dengan istilah kompetensi guru. 
Dalam penjelasan Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar  Nasional Pendidikan [ SNP ], ada empat  jenis kompetensi Guru sebagai pendidik dan pengajar , yaitu  meliputi : 

1. Kompetensi Pedagogik,
Yaitu kemampuan seorang guru dalam pengelolaan peserta didik, yang meliputi kompetensi :
  • Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan
  • Pemahaman terhadap peserta didik
  • Pengembangan kurikulum / silabus
  • Perancangan pembelajaran
  • Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
  • Evaluasi hasil belajar
  • Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya
2. Kompetensi Kepribadian, Yaitu kemampuan seorang guru untuk memiliki suatu kepribadian yang :
  • Mantap
  • Stabil
  • Dewasa
  • Arif dan bijaksana
  • Berwibawa
  • Berakhlak mulia
  • Bisa menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat
  • Mengevaluasi kinerja sendiri
  • Mengembangkan diri secara berkelanjutan
3. Kompetensi Sosial, Yaitu kemampuan seorang guru dalam bersikap  sebagai  bagian dari masyarakat untuk mampu :
  • Berkomunikasi lisan dan tulisan
  • Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional
  • Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesame pendidik, tenaga  kependidikan, orangtua / wali peserta didik
  • Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar
4. Kompetensi Profesional, Yaitu kemampuan guru yang berkaitan dengan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi :
  • Penguasaan Konsep, struktur, dan metode keilmuwan / teknologi / seni yang menaungi [ kohern ] dengan materi ajar-materi ajar yang ada di dalam kurikulum sekolah
  • Hubungan konsep antar matapelajaran terkait
  • Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari
  • Kompetisi secara professional dalam konteks global